Banyak sekali orang yang merasa sudah muslim walaupun sebenarnya dia blm muslim secara kaaffah(totalitas)karena insaf menjadi muslim itu betul-betul anugerah dari Alloh walaupun dari kecil hidup dalam kalangan pesantren belum tentu dia mendapat hidayah & taufiq dari Alloh, dan biasanya orang mendapat hidayah itu karena ada kebaikan yang dia kerjakan sehingga Alloh memberikan dia hidayah. memang hidayah itu kuasa Alloh walaupun dicari sampai kemanapun, atau apapun profesinya seberapapun kekayaannya bukan jadi jaminan untuk mendapatkan hidayah, maka kita yang sdh mendapat hidayah ini harus betul2 dijaga karena hidayah ini sangat mahal.
Sadar dalam Hidayah jangan sampai Murtad
menjadi seorang muslim itu tidak mudah, terbukti Nabi sendiri sangat sering berdoa agar ditetapkan dalam hidayahnya. salah satu dalam doanya " ya alloh berilah aku tau kebenaran dan tau betul bahwa kebenaran itu benar-benar yg haq dan berilah aku bisa menetapi kebenaran itu". banyak sekali orang yang tau bahwa kita ini benar, bergaul dengan kita dan mengakui kebenaran kita tapi dia tidak merasa inilah kebenaran yang haq, ada juga yg tau kita ini baik, benar bahkan tau bahwa ini adalah kebenaran yang haq tapi tidak diberi oleh alloh untuk bisa menetapi kebenaran ini. alhamdulullah kita merasakan kebenaran, mengetahui kebneran yang haq ini dan kita deberi oleh alloh bisa menetapi kebenaran ini, hidayah ini berupa tanaman yang tumbuh syukur pol dan jangan samapai lepas, keluar dari Islam.
Kemunafikan
kemunafikan itu ada dalam diri orang Iman, maka jaman shohabat dulu ada 30 orang yang takut akan kemunafikan karena tiadak ada yang merasa aman dari kemunafikan kecuali orang2 munafiq
seberapa jauh diri kita dari kemunafikan
- apakah saya malas sholat?
- apakah saya sedikit ingatnya pada Alloh?
- apakah saya suka pamer amanah?
- apakah saya suka dipuji dengan amalan yang tidak pernah dikerjakan?
- apakah saya suka cerita bohong?
- apakah saya suka berhianat?
- apakah saya selalu mengingkari janji?
- susah meminta maaf?
- apakah saya ngin selalu menang meskipun dalam keadaan salah?
- apakah saya selalu su'udhon, berburuk sangka terhadap alloh pada orang sekitar sy?
- apakah saya suka melanggar?
- apakah saya suka meremehkan dosa kecil?
- apakah saya sering membaca istigfar?
- apakah saya bisa memperbaiki sholat dalam keadaan tidak dilihat orang / dilihat orang?
- apakah saya suka menunda amalan baik?
- apakah saya mengasihi orang luar jamaah lahir batin?
- apakah saya lebiih senang pada non muslim dari pada muslim?
- apakah saya menjual dengan suka bohong?
- apakah saya berkata yang berbeda dengan hati saya?
- apakah saya meragukan kebenaran islam?
- apakah saya suka meremehkan sesama muslim
- apakah saya suka meremehkan aturan2 dalam islam
- apakah saya merasa tidak berdosa kalau melanggar aturan?
- apakah saya merasa tidak bersalah kalau tidak bersyukur pada suami?
- apakah saya merasa tidak bersalah kalau tidak bersyukur kapada semua perbuatan baik istri?
- apakah saya merasa tidak salah membenci sesama muslim?
- apakah saya meragukan pertolongan Alloh?
- apakah saya merasa lebih baik dari pada orang lain?
- apakah saya suka mencelasesama muslim?
- apakah saya suka mencela perbuatan baik lain?
- apakah saya menganggap orang lain pamer kalau dia perbuatan baiknya banyak?
- apakah saya mencela seseorang yang berbuat amal baik sedikit?
- apakah saya pelit terhadap harta, tenaga, dan fikiran yang baik untuk orang lain?
- apakah saya malu/ gengsi untuk mengakui kesalahan meskipun telah berbuat salah?
- apakah saya sakit hati kalau dinasehati?
- apakah saya bisa menjawab ya jika benar dan tidak jika salah ketika diajak ngrasani?
dalam kehidupan sehari-hari kita harus kita harus bisa mengepolkan urusan akhirat menyatukan diri kita dengan urusan Alloh kalau ada tamu waktunya sholat/mau mengaji harus berani mengepolkan urusan mengaji apalagi kalau tamunya tidak penting2 amat cuma iseng walaupun urusan bisnis karena rezki itu Alloh yang memberi dan banyak perantaranya belum tentu juga dilewatkan satu pintu.


