Rabu, 17 Februari 2016

Kefadholan Menikah


رَكَـعَـتَـانِ مِـنَ الْـمُـتَـزَوَّجِ اَفْـضَـلُ مِنْ سَـبْـعِيْـنَ رَكَـعَـةً مِنَ الْـعَـزْبِ ( رواه العقـيلىُّ فى الضُّـعَـفَـاءِ وَالضِّـيـَاءُ الـمـقدسىُّ فى الـمخـتـار )
Artinya : dua rokaat dari orang yang telah menikah lebih utama dari pada tujuh puluh rokaatnya orang yang bujang.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَوْنُهُ الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ الْأَدَاءَ   (رواه الـنـسائ ج6/15-16)
Artinya : dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tiga golongan yang semuanya merupakan kewajiban atas Allah 'azza wajalla untuk menolongnya, yaitu orang yang berjihad di jalan Allah, orang yang menikah menginginkan terjaga, dan budak mukatab yang menghendaki penebusan pembebasan dirinya dengan cara mengangsur."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar